Minggu, 22 Oktober 2017

Generasi Z dengan Nasionalisme Palsu

                Generasi Z, generasi yang diharapkan dalam menjadikan INDONESIA sebagai Negara Adidaya dimasa yang akan datang. Tetapi disamping itu semua, generasi Z, generasi yang rasa Nasionalismenya Rapuh, dan mementingkan kemudahan dalam menggapai sesuatu. Salah siapa ? Apakah itu salah kami sebagai Generasi Z yang tidak memiliki kesadaran akan pentingnya peran kami ? Atau salah generasi sebelum kami yaitu kalian para Baby Boomers yang terlambat menanamkan rasa haus akan majunya negeri ini ? Yang pasti itu bukanlah pertanyaan yang harus dibahas hingga tuntas karena hanya akan menjadi debat kusir yang tidak berguna.
               
                Sekarang daripada kita saling menyalahkan satu sama lain bukankah lebih baik mencari solusi dari kegagalan yang kita sebabkan ? Contohnya seperti bagaimana cara melindungi rasa cinta tanah dan nasionalisme dalam diri generasi selanjutnya ? Disini saya katakan dengan jelas Bangaimana caranya MELINDUNGI rasa tersebut bukan MENUMBUHKAN, karena pada dasarnya semua orang sudah memiliki hal tersebut dan berakar pada kemauan untuk memajukan NKRI namun rasa cinta tanah air dan Nasionalisme tersebut terkikis oleh arus pergaulan yang tak terkendali,  menyebabkan kalian para Baby Boomers harus menanamkan kembali Nasionalisme kalian, Sekarang sebagian besar dari kami para Generasi Z hanyalah boneka dengan Nasionalisme Palsu.
               
                Namun jika kembali pada hakikatnya, itu bukan salah kalian para Baby Boomers yang tidak bisa melindungi rasa Nasionalisme kami dari awal, tapi juga bukan salah kami Generasi Z yang kehilangan rasa Nasionalisme kami, kejadian tersebut bukanlah salah siapapun dari kita, karena itulah hidup, berlalu bagai badai yang tidak bisa dihindari.

Selasa, 19 September 2017

Pemikiran Mengenai Negeri Ini

NKRI HARGA MATI ATAU NKRI MATI HARGA ?

         Banyak jiwa yang berangan - angan agar Indonesia maju, kemudian hanya menjadi Angan.  Ada juga yang berakting untuk mempertahankan Indonesia, kemudian hanya menjadi Akting. Bagai berjalan di tempat, melakukan pergerakan yang tidak memajukan. Mengkritik pemerintah, berteriak "Indonesia kaya akan sumber daya alam namun belum juga menjadi negara maju, kenapa ? karena pemerintah yang tidak cakap dalam mengatur pemberdayaan kekayaan yang negeri kita punya" dan "Bagaimana Indonesia bisa maju jika orang orang di pemeritahan adalah orang orang yang korup ?". Sekarang kita lihat ke arah sebaliknya, di dalam hiruk pikuk opini masyarakat, menyelam ke dalam lautan penuh ambisi akan majunya Indonesia, apa yang sudah kalian lakukan ? mengkritik ? apa itu sudah cukup ? Mengkritik tanpa bergerak bagai tong kosong nyaring bunyinya ? apa cuma itu yang bisa kalian lakukan ? dan jawabannya adalah TIDAK. Kalian bisa mengkritik yang artinya bahwa kalian memiliki pemikiran tajam, aplikasikanlah pemikiran tersebut dengan gerakan yang nyata, bukan hanya sekedar Angan yang ringan atau Akting yang tidak penting.

         Dan sekarang masalah yang lainnya, Ingin Indonesia tercinta kita maju ? Hargailah semua kegiatan positif yang dilakukan oleh pemuda negeri, kami tidak gila hormat , tapi kami haus akan apresiasi, bukan hanya pemerintah yang saya maksud, tapi juga kalian yang hanya mengkritik demi menjatuhkan namun berdalih dibawah naungan memotivasi, dan lucunya adalah ketika salah satu aset tersebut diakui bangsa lain sebagai milik mereka, kalian bersikeras untuk mempertahankannya, kenapa? Bukankah kalian menganggap remeh atas kebudayaan yang kita milikki? Contohnya seperti Wayang kulit, salah satu kebudayaan yang Indonesia punya dan sempat hampir diakui oleh negara tetangga kita, dan kita dengan kerasnya mempertahankannya tapi sekarang apa kita bangga dengan Wayang Kulit itu sendiri? Jika iya, apa kita sudah menghargai kebudayaan kita tersebut? Sebenarnya banyak contoh lainnya yang menyebabkan tenaga kerja lokal yang harusnya bisa mengharumkan Indonesia lebih memilih pergi ke luar negeri karena kurangnya apresiasi dari negaranya sendiri.  Dan untuk sekejap cobalah untuk menurunkan ego kita dan tanyakan pada diri masing-masing NKRI HARGA MATI ATAU NKRI MATI HARGA? 

Sabtu, 13 Mei 2017

Kebebasan Hari Ini. (The Curses Art)

Yang Katanya "FREE"

( miris nya pergaulan remaja di era sekarang )
Foto The Curses Art.
"Globalisasi" semua sudah semakin canggih dari mulai teknologi sampai pendidikan. Apakah sebuah kemajuan itu pasti maju? Atau kemajuan itu adalah sebuah kemunduran yang dibungkus sedemikian rupa sehingga kita tidak tau bahwa sebenernya kita sedang mengalami kemunduruan.
"Globalisas" kebebasan bergaul pada remaja sudah sampai pada tingkat yang sangat menghawatirkan, para remaja dengan bebas bergaul dengan lawan jenis. Salut nya lagi mereka sudah tidak malu lagi memperlihatkan sebuah tindakan yang tidak senonoh di depan umum, mereka selalu berdalih bahwa itu "trend".

Thanks To : The Curses Art
Line : @thecursesart (pakai @)
Instagram : https://instagram.com/thecursesart
Facebook : The Curses Art

Sabtu, 29 April 2017

Untuk Orang Yang 'Tahu' Segalanya.

SNOB! SNOB! SNOB!

By The Curses Art

Foto The Curses Art.

Dalam kehidupan sehari-hari kadang-kadang kita menemukan orang yang berbicaranya seolah-olah tahu benar atau mengerti benar tentang apa yang kita bicarakan atau apa yang kita tulis dalam bentuk surat pembaca, artikel buku atau apapun yang merupakan manifestasi daripada pendapat kita. Itulah kesan dan pengalaman yang dapatkan penulis selama menjadi penulis surat pembaca, artikel, buku atau karya-karya tulis dalam bentuk lainnya. Bahkan apa yang kita katakan kadang-kadang juga dipersepsikan dan ditanggapi secara berbeda dan menyimpang daripada hakekat maksud yang sesungguhnya. Bahasa lisan atau tertulis yang kita lakukan, akan dipersepsikan salah oleh orang yang ilmunya sedikit.
Memang ada orang yang demikian yang biasa disebut dengan istilah “snob”. Yaitu sikap sok. Ada banyak macam sok. Dalam hal ini sok tahu, sok mengerti dan sok pintar. Penyebabnya bisa macam-macam Antara lain, malu kalau dianggap tidak tahu, ingin menunjukkan kepada orang lain bahwa dia tahu dan mengerti (padahall sesungguhnya tahunya hanya sedikit bahkan samasekali tidak tahu), ingin dianggap hebat, takut dianggap bodoh, ingin mengalahkan lawan bicaranya dan yang lebih parah adalah ingin menyakiti hati lawan bicaranya. Memang ada orang-orang tertentu yang mempunyai perangai demikian.
Biasanya, orang yang demikian, bicaranya harus didengar orang lain. Atau jika merupakan tulisan, maka diharapkan pendapatnya dibaca orang lain. Dengan demikian dia akan memperoleh kepuasan psikologis (yang semu).
Kalau kita cermati komen—komen di blog/website yang tidak terkontrol, tidak terfilter oleh admin, maka dia akan menulis komen—komennya seenak sendirinya yang kadang-kadang dia tidak tahu sedang berbicara dengan siapa dan seringkali mengabaikan faktor etika, kesopanan dan bahkan perasaan orang lain. Dia merasa “superior”, merasa lebih pandai daripada orang yang dikomentarinya.
Tidak menguasai ilmu logika tetapi mengritik artikel tentang ilmu logika. Tidak faham psikologi tetapi mengritik artikel psikologi, tidak menguasai ilmu ekonomi tetapi mengritik artikel tentang ekonomi dan seterusnya.
Mengomentari hasil karya seseorang yang sesungguhnya dia tidak memahami latar belakangnya, maksudnya, alasannya maupun tujuan-tujuannya. Misalnya, ada seseorang membuat motor bertenaga surya, maka dia yang tidak faham hal-hal yang berhubungan dengan tenaga surya atau solar cell akan mengritik karya tersebut seolah-olah faham betul dengan teknologi tenaga surya. Padahal, pendapat-pendapatnya hanya berdasarkan perkiraan saja. Hanya seolah-olah tahu dan mengerti.
Kalau dia berhadapan dengan hal-hal yang dianggapnya tidak lazim, maka itu akan dianggapnya salah dan bahkan ditertawakannya. Misalnya ketika Wright Brother akan menguji coba pesawat terbang ciptannya, maka beberapa orang temannya yang tidak faham soal iitu, menertawakannya. Katanya, mana mungkin benda yang berat bisa terbang.
Suka mengritik dan mencela, tetapi dia sendiri tidak punya karya apa-apa. Pengalaman dan pengamatan penulis, orang yang suka mengritik an mencela karya seseorang , ternyata tidak mempunyai karya apapun.Kalaupun punya, hanya biasa-biasa saja. Itupun mungkin jumlahnya hanya satu dua saja. Dan belum tentu karyanya berkualitas. Apalagi, biasanya tidak pernah mendapatkan penghargan ataupun award dari lembaga yang terpercaya.
Pada umumnya, orang yang snob juga sekaligus memiliki sikap sirik. Yaitu, selalu punya perasan tidak suka terhadap apa yang dikatakan, ditulis, dilakukan atau dimiliki orang lain. Pikirannya selalu negative thinking dan suka mencela. Dan selalu dia merasa lebih superior daripada orang lain.
Ciri lain yaitu dia enggan bertanya. Baginya, bertanya sama saja menunjukkan kebodohan. Oleh karena itu dia enggan bertanya walaupun dia sebenarnya tidak tahu. Supaya tidak dianggap bodoh, maka diapun berbicara atau menulis seolah-olah dia tahu. Padahal, bagi orang yang ilmunya banyak atau wawasan berpikirnya luas, tentu tahu bahwa apa yang dikatakan atau ditulus dia (orang lain) itu keliru.
Konsekuesinya adalah, dia tidak bisa menghargai pendapat maupun karya orang lain. Kalaupun toh menghargai, itu hanya merupakan basa-basi saja supaya dia dianggap bisa menghargai orang lain. Padahal, di samping menghargai, dia lebih banyak tidak menghargai. Hal-hal yang dianggap dianggapnya tidak lazim seringkali dianggapnya salah. Bahkan punya kecenderungan “menggurui” orang lain. Cenderung memaksakan pendapatnya atau suka “ngeyel” tanpa penalaran yang masuk akal.
Tentunya tidak semuanya. Ada orang yang ilmunya sedikit dan menyadari bahwa ilmunya sedikit, justru mempunyai kesadaran untuk bertanya tentang hal-hal yang dia kurang pahami. Namun banyak juga orang yang imunya sedikit tetapi merasa mengetahui sesuatu hal secara mendalam atau bahkan merasa mengetahui berbagai hal atau semua hal, padahal apa yang dikatakan hanya berdasarkan perkiraan dan tidak berdasarkan pengetahuan yang relevan yang dia miliki.
Setidaknya kalian bukan salah satu dari sifat SNOB :)
#thecursesart

Kali ini saya kembali mengambil kutipan dari fanspage The Curses Art. Tentang apakah kutipan yang satu ini ? Tentunya tak perlu saya terangkan kembali karena saya yakin kalian sudah paham karena saya yakin kalian bukanlah orang orang yang bodoh, dan semgoa kalian juga bukan orang SNOB. 
And in the end CMIIW ‘cause that important for me. See yaa
Thanks To : The Curses Art
Line : @thecursesart (pakai @)
Instagram : https://instagram.com/thecursesart
Facebook : The Curses Art

Kamis, 27 April 2017

Sedikit Kutipan Yang Mungkin Berguna

+ ILMU = BODOH

Foto The Curses Art.
Ribut sana-sini, sering bertanya-tanyakah dalam diri kalian dengan keadaan yang semakin aneh sekarang ini. Mengakar hingga entah bagaimana mengatasinya. Mendadak negri ini penuh dengan para pakar dadakan. Mengherankan bukan? Munafiknya kita tak pernah tahu sebenarnya kebenaran yang hakiki namun layaknya Maha Tinggi yang tau segalanya.
Sekarang tengoklah hari ini, kemajuan teknologi, buku dimana-mana, informasi dengan sangat mudah disetiap kantong saku. Betapa naifnya dibalik semua itu ada kepentingan yang terselip, propaganda merajalela, hasutan dimana-mana. Sekali share, dengan mudahnya terhasut tanpa melihat efek domino yang ditimbulkan. Memberikan efek kerusakan memory anak-anak penerus bangsa.
Kembali ke topik, tak malukah kita dengan jumlah pelajar yang sangat merajalela saat ini dan ilmu yang dengan mudahnya kita dapatkan justru membuat kita diperbudak olehnya?. Logikanya semakin kita bertambah wawasan, kita menjadi lebih mengerti kebodohan-kebodohan kita sendiri. Apalah arti diri kita disini jika tak berguna, terlebih hanya menjadi sebuah alat dari sebuah sistem yang dzalim. Coba tengoklah dahulu kedalam diri masing-masing.
Masih heran dengan keributan akhir-akhir ini? Tak setuju dengan pemikiran itu wajar, namun bertambahnya ilmu membuat kita tak mengenal diri sendiri adalah ilmu yang perlu dipertanyakan.
Jika sekiranya diam itu bijak, maka diamlah. Tetapi jika bijak itu diinjak maka bicaralah agar mereka diam.

Dalam postingan ini, saya mengambil kutipan dari fanspage The Curses Art yang saya rasa cukup menarik dan hanya dapat dimengerti oleh orang orang yang ingin mengerti betapa mirisnya keadaan masa kini atau setidaknya itulah menurut saya. 
And in the end CMIIW ‘cause that important for me. See yaa
Thanks To : The Curses Art
Line : @thecursesart (pakai @)
Instagram : https://instagram.com/thecursesart

Jumat, 23 September 2016

Pacaran ?

APA ITU PACARAN ?

Let’s Think About It!

Dimasa kini biasanya Pacaran terjalin karena salah 1 orang “Baper” terhadap lawan jenis yang baik kepada orang tersebut. Dan orang tersbut berpikir bahwa dia mencintai lawan jenisnya itu dan ingin menjalin hubungan yang disebut Pacaran tapi apa arti dari Pacaran itu sendiri ?

 “Pacaran” berasal dari kata “Pacar” . tapi apa arti kata Pacar ? Kata Pacar sendiri sebenarnya adalah kata benda yang berarti teman lawan jenis yang tetap dan mempunyai hubungan bedasarkan cinta kasih. Dan sekarang kita akan membahasnya lebih lanjut.

Menurut beberapa orang berpendapat bahwa Pacaran itu adalah keadaan dimana 2 makhluk memiliki hubungan saling mencintai dan menjaga satu sama lain atas dasar rasa cinta dan percaya.

Apakah rasa ingin berpacaran itu wajar ?  dan perlukah kita untuk berpacaran ? Jika dilihat dari sudut pandangan saya sebagai remaja, rasa ingin berpacaran itu wajar karena rasa mencintai dan menyayangi sesuatu itu memang bagian dari kehidupan manusia dan mungkin kita harus mencoba berpacaran untuk mengetahui bagaimana caranya mengerti orang yang kita sayangi.

Tapi disisi lain kita harus tahu mana rasa ingin berpacaran  dengan seseorang atas dasar rasa sayang, dan rasa ingin berpacaran dengan seseorang karena kita ingin tahu bangaimana kepribadian orang tersebut. Tentu ini sulit untuk dibedakan karena terkadang kita tanpa sadar akan berpikir bahwa kita sedang menyukai seseorang.

And in the end CMIIW ‘cause that important for me. See yaa
Thanks to : @SefiandariPutri @nadiyah_syafitri @iqbalrr01 @rizkamaliaput_ (Instagram)

Jumat, 17 Juni 2016

Baper ? Salah Siapa ?

SALAH SIAPA JIKA SESEORANG MENJADI BAPER ?

Let's Think It!


"Baper" merupakan Slang atau bahasa gaul yang tentu saja tidak teridentifikasi di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Makna "Baper" atau singkatan dari "Bawa Perasaan" adalah sebuah perasaan yang tidak sengaja timbul dalam diri seseorang akibat suatu kejadian atau ucapan orang lain.

Mengapa Baper bisa terjadi ? Biasanya Baper terjadi dikarenakan orang tersebut menganggapi suatu candaan atau kejadian sepele dengan terlalu serius. Dan jika hal itu sudah terjadi, siapakah yang harus disalahkan ? Apakah orang yang terlalu serius menanggapi suatu hal ? atau orang yang over atau keterlaluan dalam bercanda ?

Saya sudah menanyakan beberapa orang untuk hal ini, dan kesimpulan yang saya dapat adalah, Baper terjadi karena kesalahan dari kedua pihak. kenapa ? Karena di satu pihak ada seseorang yang tidak bisa mencari tahu maksud dari sebuah candaan atau suatu kejadian dan terlalu serius menanggapi hal sepele sedangkan di pihak lainnya, ada seseorang yang keterlaluan dalam bercanda atau melakukan sesuatu tanpa memikirkan sikap dan perasaan orang.

Bagaimana cara mengatasi Baper ? solusinya adalah kedua pihak harus saling mengetahui kepribadian masing-masing, dan bagaimana jika kita Baper terhadap orang yang baru dikenal ? dikondisi seperti ini, hal pertama yang harus kita lakukan  adalah tenang dan coba memikirkan hal yang sedang terjadi, baik dari ucapan ataupun kelakuannya.

For Your Info : "Baper" merupakan salah satu problematika yang paling sering remaja Indonesia saat ini,

And in the end, please CMIIW 'cause that's inportant for me. See yaa