NKRI HARGA MATI ATAU NKRI MATI HARGA ?
Banyak jiwa yang berangan - angan agar Indonesia maju, kemudian hanya menjadi Angan. Ada juga yang berakting untuk mempertahankan Indonesia, kemudian hanya menjadi Akting. Bagai berjalan di tempat, melakukan pergerakan yang tidak memajukan. Mengkritik pemerintah, berteriak "Indonesia kaya akan sumber daya alam namun belum juga menjadi negara maju, kenapa ? karena pemerintah yang tidak cakap dalam mengatur pemberdayaan kekayaan yang negeri kita punya" dan "Bagaimana Indonesia bisa maju jika orang orang di pemeritahan adalah orang orang yang korup ?". Sekarang kita lihat ke arah sebaliknya, di dalam hiruk pikuk opini masyarakat, menyelam ke dalam lautan penuh ambisi akan majunya Indonesia, apa yang sudah kalian lakukan ? mengkritik ? apa itu sudah cukup ? Mengkritik tanpa bergerak bagai tong kosong nyaring bunyinya ? apa cuma itu yang bisa kalian lakukan ? dan jawabannya adalah TIDAK. Kalian bisa mengkritik yang artinya bahwa kalian memiliki pemikiran tajam, aplikasikanlah pemikiran tersebut dengan gerakan yang nyata, bukan hanya sekedar Angan yang ringan atau Akting yang tidak penting.
Dan sekarang masalah yang lainnya, Ingin Indonesia tercinta kita maju ? Hargailah semua kegiatan positif yang dilakukan oleh pemuda negeri, kami tidak gila hormat , tapi kami haus akan apresiasi, bukan hanya pemerintah yang saya maksud, tapi juga kalian yang hanya mengkritik demi menjatuhkan namun berdalih dibawah naungan memotivasi, dan lucunya adalah ketika salah satu aset tersebut diakui bangsa lain sebagai milik mereka, kalian bersikeras untuk mempertahankannya, kenapa? Bukankah kalian menganggap remeh atas kebudayaan yang kita milikki? Contohnya seperti Wayang kulit, salah satu kebudayaan yang Indonesia punya dan sempat hampir diakui oleh negara tetangga kita, dan kita dengan kerasnya mempertahankannya tapi sekarang apa kita bangga dengan Wayang Kulit itu sendiri? Jika iya, apa kita sudah menghargai kebudayaan kita tersebut? Sebenarnya banyak contoh lainnya yang menyebabkan tenaga kerja lokal yang harusnya bisa mengharumkan Indonesia lebih memilih pergi ke luar negeri karena kurangnya apresiasi dari negaranya sendiri. Dan untuk sekejap cobalah untuk menurunkan ego kita dan tanyakan pada diri masing-masing NKRI HARGA MATI ATAU NKRI MATI HARGA?